phone: +420 776 223 443
e-mail: support@londoncreative.co.uk

Mobil Termewah Di Dunia Saat Ini

Mobilbus yang selama ini kita kenal sebagai alat transportasi darat, tentunya sebagai transportasi umum fasilitas yang ada di bus boleh dibilang biasa-biasa saja, pernahkah anda melihat bus yang memiliki fasilitas lain dari pada lain. Disini saya akan berbagai beberapa foto yang menggambarkan bus dengan fasilitas termewah saat ini, baik dari segi interior ataupun eksteriornya, boleh dibilang bus termewah ini mirip dengan hotel bintang lima berjalan, diisi dengan perabotan serba lux, lengkap dengan fasilitas hiburan 'home teater' penasaran seperti apa gambar bus termewah tersebut, silahkan cek gambarnya dibawah ini :





0 komentar:

cerpen


YANG TAK TERLUPAKAN
By: Adib Priyogo

Namaku ricky yudistira, aku sering dipanggil ricky, tidak terasa umur aku sekarang berumur 10 tahun dan aku sekarang duduk di bangku sekolah dasar yaitu kelas 5. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, dan aku anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakakku yang sekarang melakukan pendidikan perguruan tinggi di universitas islam Indonesia,Yogyakarta. Dan adikku duduk di bangku sekolah dasar kelas 2. pekerjaan ayahku adalah seorang pegawai negeri sipil daan ibuku seorang yang di percaya untuk memimpin perusahaan daerah air minum. 

 Saat ingin pergi ke sekolah yang akan di antar oleh ayahku, aku merasa sakit perut, sakit perut ini tidak biasanya. Aku bilang sama ibuku,
“Bu… perutku sakit sekali”  ujar aku kepada ibu
“Emangnya makan apa bisa sakit perut?” jawab ibu
Dan ibuku pun menanggapi sakit perut ini dengan serius,
            “ky, coba tekukkan badanmu!...”suruh ibu
            “Bu, rasanya sakit sekali …” jawab aku
            “Bagian mana rasa sakitnya ?” Tanya ibu
            “sakitnya bagian kanan bu…” jawab aku
Kata ibuku ciri-ciri sakit perutku yang aku alami ini sama dengan ciri-ciri gejala usus buntu, karena bagian atau letak usus terlatak bagian kanan perut. Orang tuakun pun bergegas pergi ke sekolahanku, untuk mengizinkanku karena aku tidak masuk dan mengikuti pelajaran dengan biasanya. Karena aku akan di bawa orang tuaku ke rumah sakit untuk di periksa lebih mendalam. Apakah aku menglami sakit perut yang biasa atau  sakit perut yang tidak biasa aku alami?.  

Akhirnya, Setelah ayah pulang dari sekolahku, untuk mengizinkanku. orang tuaku membawa aku ke salah satu rumah sakit yang ada di daerah tempat ku tinggal. Setiba di rumah sakit, dan hari ini hari jum’at, seluruh karyawan termasuk perawat dan dokter melakukan senam pagi yang rutin di laksanakan pada hari jum’at.

Setelah senam di laksanakan, rumah sakit pun di buka, aku dan orang tuaku bergegas  untuk memasuki rumah sakit dan memasuki ruangan dokter, akupun di periksa oleh ibu dokter khususnya spesialis anak-anak, dan ibu dokter bertanya kepadaku
”sakit perut ini karena makan apa?” (Tanya dokter )
“saya tidak makan-makanan selain yang aku sering makan seperti biasanya”.
( jawab aku )

 Setelah aku di periksa oleh dokter, aku merasa ingin buang air kecil, dan aku bersama ayahku pergi ke toilet. Ibuku tetap berada di ruang dokter, karena ada yang ingin dokter sampaikan kepada ibuku mengenai sakit perut yang aku alami ini. Setelah selesai buang air kecil, aku dan ayahku menuju mobil untuk beristirahat karena jika terus-terusan berjalan perutku terasa sakit sekali dan sambil menunggu ibuku yang masih berada di ruangan dokter.

Beberapa waktu kemudian ibuku pun datang juga dan ibu berkata kepada ayahku bahwa aku terkena penyakit usus buntu, dan aku harus di bawa ke rumah sakit di jambi yang bagus dan alat-alatnya yang memadai karena aku harus di operasi. Aku langsung meneteskan air mata saat ibuku berkata “aku harus di  operasi”. Setelah pulang dari rumah sakit, kami pulang ke rumah untuk menyiapi pakaian yang akan di bawa.

Selama perjalanan ke jambi, kami mendapatkan kendala yakni di perjalanan mobil yang kami kendarai ini terjebak di tengah lubang yang didalam lubang itu ada lumpur  yang sangat lengket.

Setelah waktu kurang lebih setengah jam, akhirnya mobil kami terlepas dari lubang yang berisi Lumpur, dan yang menolong mobil kami adalah, teman ayahku yang dia juga akan pergi ke jambi.  

Setiba di jambi, waktu sudah sore dan kami pergi ke tempat dokter spesialis penyakit dalam untuk  di periksa lagi, ternyata benar aku harus di operasi malam ini. Dan dokter menyuruh aku, untuk di rawat di rumah sakit DKT. Aku dan keluargaku bergegas pergi ke rumah sakit DKT, untuk mencari ruang inap dan memberi tahukan kepada perawat bahwa aku akan di operasi malam ini.

Sesampai di rumah sakit, aku berjalan dengan kaki yang tengkot karena sakit menuju tempat administrasi untuk memesan kamar inap, karena cukup lama mencari kamar inap yang kosong, aku di bawa ruang UGD untuk menunggu pemberitahukan dari perawat yang menjadi administrasi rumah sakit ini.

Dan akhirnya ada juga kamar inap yang kosong, kamarku tempatnya di kamar yang nama kamarnya itu bernama kamar anggrek. Setelah mendapatkan kamar inap, perawat rumah sakit dan orang tuaku bergegas menuju ke kamar inapku dengan memakai kursi roda, karna aku tidak sanggup untuk berjalan.

Sebelum  sampai ke kamar inap, ada rambu-rambu yang menghalangi jalan kami, dan perawat yang mendorong kursi roda yang aku duduki ini, meninggalkan kursi rodaku yang aku duduki untuk menyikirkan rambu-rambu yang menghalangi kami. Karena lantai yang tidak datar, atau sedikit miring dan kursi rodaku lupa di kunci perawat yang mendorongkanku. Akhirnya kursi rodaku memundur sendiri, aku dan ibuku terkejut saat melihat kursi rodaku mundur sendiri,  untung saja ayahku berjalan di belakang kami, dan  ayahku menahan kursi roda yang aku duduki ini.

Sesampai di kamar inapku, aku  beristirahat di kamarku yang kira-kira 10 menit. Datang seorang perawat yang ingin mengambil sample darah ku untuk mengetahui apa jenis darahku. Perawat itu mengeluarkan suntikan untuk mengambil sample darahku, aku sangat takut karna aku takut sekali dengan suntikan. Saat  perawat itu menusukan suntikan dan menariknya rasanya sakit sekali, rasanya lebih sakit dari menyuntik untuk memasukan cairan ke tubuh. Ayah dan ibuku tidak menyangka karena golongan darahku “A”, sebelumnya kedua orang tuaku mengetahui bahwa golongan darahku adalah”O”. Setelah di periksa golongan darahku, aku di bawa ke ruang operasi aku sangat menangis karena semua keluargaku menunggu  di luar, dan akhirnya ibuku masuk ke ruang operasi untuk menenangi ku aku di tutupkan bantal ke kepalaku. Aku di bius oleh suntikan yang di tusuk dokter ke tanganku, Selama operasi aku tidak tahu, aku sadar atau tidak sadar karena aku tidak merasakan apa-apa.

Setelah operasi selesai aku sangat malu sekali karena dari ruang operasi menuju ke kamar inapku aku tidak memakai pakaian sam sekali dan sepanjang jalan orang-orang yang di sekitar rumah sakit melihat ku, aku sangat malu sekali. Setelah masuk ke kamar inap, aku langsung di pasangkan pakaian. Kata dokter, aku tidak boleh minum dan makan selama 24 jam, karena ususku yang baru sudah di operasi belum kering. Aku sangat kesal sekali karena kakak ku dan adik ku membawa makanan ke dalam kamar inap, dan aku harus menahan nafsu ku dan sabar.

Setelah 24 jam dari waktu aku operasi malam itu aku di bolehkan oleh dokter untuk minum, tetapi ayahku belum yakin ususku sudah kering, dan ia hanya mengoleskan air ke bibirku yang kering. Dan aku sangat kesal sekali kepada ayahku,  Dengan rasa kasihan, ibu dan kakak ku pun memujuk ayahku untuk memberi minum kepada aku. Akhirnya, ayahkupun  memberikan sesedot air minum untuk aku. Setelah 2 jam kemudian, aku di beri makanan dari rumah sakit yang isinya nasi yang seperti bubur, aku sangat kesal karena aku tidak suka nasi itu dan aku Cuma makan 1 sendok nasi. Setelah makan ternyata ada keluargaku yang ada di jambi menjengukku,  dan mereka membawa roti dan buah-buahan, dengan perasaan yang senang aku memakan roti dan buahan itu dengan lahap sebagai pengganti nasi bubur yang di berikan oleh rumh sakit. 

Aku tak menyangka karena di sebelah kamar inapku adalah kamar mertua dari kakak ibuku yang aku memanggilnya ( nenek ). Nenek itu sebelum aku masuk rumah sakit,  kondisinnya tidak sadar dan sekarang kondisinya sedikit membaik. Nenek itu telah menginap di rumah sakit selama ± 1 bulan, dengan terbaring lemah di kasur dengan impus dan oksigen yang ditancapkan ke tubuh nenek itu. Karena kondisi tubuh nenek itu tidak ada perubahan, akhirnya anank-anak nenek itu memutuskan bahwa, nenek itu akan dibawa pulang ke rumahnya. Dan sore itu tepatnya hari ke 4 aku menginap di rumah sakit, nenek itu pulang di bawa menggunakan mobil ambulan. Sesampai di rumah nenek itu,  kurang lebih  15 menit berada di rumahnya, nenek itu meniupkan terakhir nafasnya di depan anak-anaknya.

Orang tuaku  di kabari oleh kakak ibuku yang  menelpon ayahku. Kami tak menyangka karena sebelum pulang nenek itu di bacakan surah yasin oleh keluaganya dan kondisi nenek itu baik-baik saja. Kata ibuku itu telah ajal dan mau apa lagi kalau tuhan telah berkehenndak.

Keesokan harinya, pagi itu aku sangat suntuk karena di dalam kamar inapku  tidak ada cahaya masuk ke kamar. Karena kamarku,  sinar mataharinya tertutup oleh bangunan yang lain. Ayah, dan saudaraku tidak ada di rumah sakit karena pergi, dan adanya ibuku itupun ibuku tidur. Setelah di operasikan aku tidak mempunyai tenaga dan aku ingin sekali keluar untuk menghirup udara yang alami, kalau didalam kamar menggunakan air conditioner (AC). Perlahan-lahan aku menegakkan tubuh ku dan rasanya sangat berat. Akhirnya setelah duduk diatas kasur, aku ingin turun dan berjalan keluar sendirian. Ternyata ibuku mengetahui ku akan pergi keluar dan ia bertanya
“ mau kemana ?”( Tanya ibu )
“ mau keluar bu, karena di disini suntuk”( jawab aku )

Dan ibuku  membantuku untuk berjalan menggunakan tiang impus yang ada rodanya agar bisa di bawa dengan di dorong. Setelah membuka pintu kamar, pemandangan luar yang sangat indah, karena ada taman di luar kamarku dan udara yang sangat alami, aku sangat betah di luar dan tak ingin ke dalam kamar karena suntuk. 

Akhirnya ayahku pulang, dan ia terkejut melihatku telah berada di luar. Setelah orang tuaku menyelesaikan administrasi. Akhirnya, kami pergi ke rumah nenek itu untuk nelayat. Karena  rumah nenek itu yang rumahnya di dalam gang, aku pun terpaksa berjalan dengan kaki yang tengkot, aku berjalan memasuki rumah nenek itu. Karena kondisi tubuhku yang tidak memadai, aku tidak bisa untuk pergi ke pemakaman umum untuk melihat langsung penguburan nenek itu. Setelah selesai di kuburkan, aku dan keluargaku pulang ke rumah kakekku yang terletak di komplek perumahan pertamina jambi. Kami tidak bisa pulang langsung ke sarolangun, karena aku setiap harinya harus di periksa oleh dokter karena tubuhku yang telah di operasi. Dan kami harus menginap di rumah kakekku selama 5 hari.

Setelah aku di boleh kan rawat jalan oleh dokter, aku dan orang tuaku pulang ke sarolangun, aku pulang ke sarolangun ada kabar bahagia dan ada kabar buruk. Dan sesampai di sarolangun, aku sangat bahagia karena keluargaku dan teman dari ayah dan ibuku turut memberi semangat kepadaku. Yang sedihnya,  aku di ponis oleh dokter tidak boleh olahraga, tidak boleh berlari-lari, dan harus di perbanyakan istirahat. Ponis ini harus aku lewati selama 3 bulan dan sehat total selama 6 bulan. Waktu itu aku duduk di bangku sekolah dasar yaitu kelas 5. selama waktu 6 bulan aku di sekolah hanya bisa melihat teman-temanku yang bermain dengan ceria dan berolahraga. Setelah di operasi badanku bertambah besar. Dan lucunya aku dan kakakku yang pertama, sama-sama operasi usus buntu pada kelas 5 sekolah dasar. Dan ke  dua orang tuaku berharap adikku yang kecil, jangan mengalami penyakit ini kembali.












Amanat : bagi teman-teman yang belum mengalami penyakit ini, jangan terlalu banyak makan-makanan yang berbiji besar seperti : jambu biji, cabe yang keterlaluan. Dan jangan sesudah makan berlari-lari. Hendaklah duduk sebentar ±5 menit untuk menunggu makanan yang kita makan turun ke perut. Dan terakhir saya ingati, jangan makan mie ( instan ataupun siap saji) yang terlalu banyak, karena makanan ini juga bisa menyebabkan penyakit yang aku alami saat ini.  

Sinopsis Cerpen :
Kisah ini menceritakan tentang anak kecil yang diserang oleh penyakit usus buntu. Awalnya dia tidak mengetahui bahwa penyakit ini telah menyerang nya sejak lama. Tetapi saat dia menduduki bangku sekolah dasar kelas 5, dia baru merasakan sakitnya yang mulai terasa sakit apabila menjalani akivitas sehari- hari .
Ibunya pun tidak perca kenapa anaknya bisa terserang penyakit itu padahal sang anak jarang makan makanan yang berbiji. Akhirnya sang ibu membawa anaknya ke rumah sakit setempat ternya setelah diperiksa oleh dokter bahwa anaknya menderita penyakit usus buntu.
Ketika sang anak dibawa kerumah sakit pusat dia mengalami berbagai kisah dari yang sedih sampai yang bahagia.

0 komentar:

0 komentar:

Dua siswa SMP menangi olimpiade Iptek

Jakarta ( News) – Tim peneliti dari kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sarolangun, Jambi memenangi Olimpiade Proyek Ilmu Pengetahuan Indonesia (ISPO) di Jakarta, Jumat.

Tim yang terdiri atas Afif Karisma dan Adi Priyogo meraih medali emas dan komputer jinjing dari ISPO untuk kategori rekayasa teknologi dan juga menjadi pemenang termuda mengingat peserta lain rata-rata telah berada di Sekolah Menengah Atas.

“Alhamdulillah saya senang sekali menang dalam ajang nasional ini. Semoga kami semakin bersemangat melakukan penelitian ke depannya,” kata Afif seusai penyerahan hadiah ISPO.

Adi menambahkan penelitian yang mereka lakukan adalah mengenai pemanfaatan umbi gadung sebagai bio baterai yang ramah lingkungan.

Menurut Adi proses penelitian itu mereka lakukan dengan hanya menggunakan umbi gadung tanpa bahan kimia lain hingga dapat menghasilkan energi yang disimpan di dalam kaleng baterai bekas.

“Umbi kami potong kecil-kecil kemudian kami haluskan dan dimasukan ke dalam tabung baterai bekas hingga sekitar satu pekan baterai bisa menghasilkan listrik,” jelas Afif yang menambahkan mereka baru mencoba tenaga baterai itu untuk jam dinding dan lampu LED dan bisa diisi ulang.

Pembimbing Afif dan Adi, Epit Arfan serta Rita Suriatmi, mengatakan penelitian dilakukan sejak tiga bulan sebelum kontes final dilaksanakan pada Februari.

“Memang lawan kami agak berat karena semua telah berada di SMA, namun kami telah membina pengetahuan dan mental agar mereka berani berkompetisi,” jelas Epit.

Sebanyak 358 tim mendaftarkan penelitiannya kepada ISPO dan setelah diseleksi hanya terpilih 179 peserta penelitian.

Kompetisi ISPO mempertandingkan enam kategori penelitian seperti Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Rekayasa Teknologi dan Lingkungan Hidup dimana masing-masing memperebutkan medali emas, perak dan perunggu serta pemilihan untuk enam penelitian dengan sebutan terhormat.

Selain itu sebanyak 15 peserta dari para pemenang telah dipilih untuk mewakili Indonesia pada pertandingan Olimpiade Internasional Ilmu Pengetahuan yang akan diadakan oleh Brazil, Belanda, Amerika Serikat, Georgia, Azerbaijan, Rumania, dan Turki.

0 komentar:

http://www.infoterpanas.com/2012/02/siswa-smp-ubah-umbi-gadung-jadi-bio.html

0 komentar:

0 komentar:

Best Blogspot Templates 2013