Mobilbus yang selama ini kita kenal sebagai alat transportasi darat,
tentunya sebagai transportasi umum fasilitas yang ada di bus boleh
dibilang biasa-biasa saja, pernahkah anda melihat bus yang memiliki
fasilitas lain dari pada lain. Disini saya akan berbagai beberapa foto
yang menggambarkan bus dengan fasilitas termewah saat ini, baik dari
segi interior ataupun eksteriornya, boleh dibilang bus termewah ini
mirip dengan hotel
bintang lima berjalan, diisi dengan perabotan serba lux, lengkap dengan
fasilitas hiburan 'home teater' penasaran seperti apa gambar bus
termewah tersebut, silahkan cek gambarnya dibawah ini :
0
komentar:
cerpen
YANG TAK TERLUPAKAN
By: Adib Priyogo
Namaku ricky yudistira, aku sering dipanggil ricky, tidak
terasa umur aku sekarang berumur 10 tahun dan aku sekarang duduk di bangku
sekolah dasar yaitu kelas 5. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, dan aku
anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakakku yang sekarang melakukan pendidikan
perguruan tinggi di universitas islam Indonesia,Yogyakarta. Dan adikku duduk di bangku sekolah dasar
kelas 2. pekerjaan ayahku adalah seorang pegawai negeri sipil daan ibuku seorang
yang di percaya untuk memimpin perusahaan daerah air minum.
Saat ingin pergi
ke sekolah yang akan di antar oleh ayahku, aku merasa sakit perut, sakit perut
ini tidak biasanya. Aku bilang sama ibuku,
“Bu… perutku sakit sekali” ujar aku kepada ibu
“Emangnya makan apa bisa sakit perut?” jawab ibu
Dan ibuku pun menanggapi sakit perut ini dengan serius,
“ky, coba tekukkan
badanmu!...”suruh ibu
“Bu, rasanya sakit
sekali …” jawab aku
“Bagian mana rasa
sakitnya ?” Tanya ibu
“sakitnya bagian kanan
bu…” jawab aku
Kata ibuku ciri-ciri sakit perutku yang aku alami ini
sama dengan ciri-ciri gejala usus buntu, karena bagian atau letak usus terlatak
bagian kanan perut. Orang tuakun pun bergegas pergi ke sekolahanku, untuk
mengizinkanku karena aku tidak masuk dan mengikuti pelajaran dengan biasanya.
Karena aku akan di bawa orang tuaku ke rumah sakit untuk di periksa lebih
mendalam. Apakah aku menglami sakit perut yang biasa atau sakit perut yang tidak biasa aku alami?.
Akhirnya, Setelah ayah pulang dari sekolahku, untuk mengizinkanku.
orang tuaku membawa aku ke salah satu rumah sakit yang ada di daerah tempat ku
tinggal. Setiba di rumah sakit, dan hari ini hari jum’at, seluruh karyawan
termasuk perawat dan dokter melakukan senam pagi yang rutin di laksanakan pada
hari jum’at.
Setelah senam di laksanakan, rumah sakit pun di buka,
aku dan orang tuaku bergegas untuk memasuki
rumah sakit dan memasuki ruangan dokter, akupun di periksa oleh ibu dokter khususnya
spesialis anak-anak, dan ibu dokter bertanya kepadaku
”sakit perut ini karena makan apa?” (Tanya dokter )
“saya tidak makan-makanan selain yang aku sering makan
seperti biasanya”.
( jawab aku )
Setelah aku di
periksa oleh dokter, aku merasa ingin buang air kecil, dan aku bersama ayahku
pergi ke toilet. Ibuku tetap berada di ruang dokter, karena ada yang ingin
dokter sampaikan kepada ibuku mengenai sakit perut yang aku alami ini. Setelah
selesai buang air kecil, aku dan ayahku menuju mobil untuk beristirahat karena
jika terus-terusan berjalan perutku terasa sakit sekali dan sambil menunggu
ibuku yang masih berada di ruangan dokter.
Beberapa waktu kemudian ibuku pun datang juga dan ibu
berkata kepada ayahku bahwa aku terkena penyakit usus buntu, dan aku harus di
bawa ke rumah sakit di jambi yang bagus dan alat-alatnya yang memadai karena
aku harus di operasi. Aku langsung meneteskan air mata saat ibuku berkata “aku
harus di operasi”. Setelah pulang dari
rumah sakit, kami pulang ke rumah untuk menyiapi pakaian yang akan di bawa.
Selama perjalanan ke jambi, kami
mendapatkan kendala yakni di perjalanan mobil yang kami kendarai ini terjebak
di tengah lubang yang didalam lubang itu ada lumpur yang sangat lengket.
Setelah waktu kurang lebih setengah
jam, akhirnya mobil kami terlepas dari lubang yang berisi Lumpur, dan yang
menolong mobil kami adalah, teman ayahku yang dia juga akan pergi ke jambi.
Setiba di jambi, waktu sudah sore dan
kami pergi ke tempat dokter spesialis penyakit dalam untuk di periksa lagi, ternyata benar aku harus di
operasi malam ini. Dan dokter menyuruh aku, untuk di rawat di rumah sakit DKT.
Aku dan keluargaku bergegas pergi ke rumah sakit DKT, untuk mencari ruang inap
dan memberi tahukan kepada perawat bahwa aku akan di operasi malam ini.
Sesampai di rumah sakit, aku berjalan dengan kaki yang
tengkot karena sakit menuju tempat administrasi untuk memesan kamar inap,
karena cukup lama mencari kamar inap yang kosong, aku di bawa ruang UGD untuk
menunggu pemberitahukan dari perawat yang menjadi administrasi rumah sakit ini.
Dan akhirnya ada juga kamar inap yang kosong, kamarku
tempatnya di kamar yang nama kamarnya itu bernama kamar anggrek. Setelah
mendapatkan kamar inap, perawat rumah sakit dan orang tuaku bergegas menuju ke
kamar inapku dengan memakai kursi roda, karna aku tidak sanggup untuk berjalan.
Sebelum sampai ke
kamar inap, ada rambu-rambu yang menghalangi jalan kami, dan perawat yang
mendorong kursi roda yang aku duduki ini, meninggalkan kursi rodaku yang aku
duduki untuk menyikirkan rambu-rambu yang menghalangi kami. Karena lantai yang
tidak datar, atau sedikit miring dan kursi rodaku lupa di kunci perawat yang
mendorongkanku. Akhirnya kursi rodaku memundur sendiri, aku dan ibuku terkejut
saat melihat kursi rodaku mundur sendiri,
untung saja ayahku berjalan di belakang kami, dan ayahku menahan kursi roda yang aku duduki ini.
Sesampai di kamar inapku, aku beristirahat di kamarku yang kira-kira 10
menit. Datang seorang perawat yang ingin mengambil sample darah ku untuk
mengetahui apa jenis darahku. Perawat itu mengeluarkan suntikan untuk mengambil
sample darahku, aku sangat takut karna aku takut sekali dengan suntikan.
Saat perawat itu menusukan suntikan dan
menariknya rasanya sakit sekali, rasanya lebih sakit dari menyuntik untuk
memasukan cairan ke tubuh. Ayah dan ibuku tidak menyangka karena golongan
darahku “A”, sebelumnya kedua orang tuaku mengetahui bahwa golongan darahku
adalah”O”. Setelah di periksa golongan darahku, aku di bawa ke ruang operasi
aku sangat menangis karena semua keluargaku menunggu di luar, dan akhirnya ibuku masuk ke ruang
operasi untuk menenangi ku aku di tutupkan bantal ke kepalaku. Aku di bius oleh
suntikan yang di tusuk dokter ke tanganku, Selama operasi aku tidak tahu, aku
sadar atau tidak sadar karena aku tidak merasakan apa-apa.
Setelah operasi selesai aku sangat malu sekali karena
dari ruang operasi menuju ke kamar inapku aku tidak memakai pakaian sam sekali dan
sepanjang jalan orang-orang yang di sekitar rumah sakit melihat ku, aku sangat
malu sekali. Setelah masuk ke kamar inap, aku langsung di pasangkan pakaian.
Kata dokter, aku tidak boleh minum dan makan selama 24 jam, karena ususku yang
baru sudah di operasi belum kering. Aku sangat kesal sekali karena kakak ku dan
adik ku membawa makanan ke dalam kamar inap, dan aku harus menahan nafsu ku dan
sabar.
Setelah 24 jam dari waktu aku operasi malam itu aku di
bolehkan oleh dokter untuk minum, tetapi ayahku belum yakin ususku sudah
kering, dan ia hanya mengoleskan air ke bibirku yang kering. Dan aku sangat
kesal sekali kepada ayahku, Dengan rasa
kasihan, ibu dan kakak ku pun memujuk ayahku untuk memberi minum kepada aku.
Akhirnya, ayahkupun memberikan sesedot
air minum untuk aku. Setelah 2 jam kemudian, aku di beri makanan dari rumah
sakit yang isinya nasi yang seperti bubur, aku sangat kesal karena aku tidak
suka nasi itu dan aku Cuma makan 1 sendok nasi. Setelah makan ternyata ada keluargaku
yang ada di jambi menjengukku, dan
mereka membawa roti dan buah-buahan, dengan perasaan yang senang aku memakan
roti dan buahan itu dengan lahap sebagai pengganti nasi bubur yang di berikan
oleh rumh sakit.
Aku tak menyangka karena di sebelah kamar inapku adalah
kamar mertua dari kakak ibuku yang aku memanggilnya ( nenek ). Nenek itu
sebelum aku masuk rumah sakit, kondisinnya
tidak sadar dan sekarang kondisinya sedikit membaik. Nenek itu telah menginap di
rumah sakit selama ± 1 bulan, dengan terbaring lemah di kasur dengan impus dan
oksigen yang ditancapkan ke tubuh nenek itu. Karena kondisi tubuh nenek itu
tidak ada perubahan, akhirnya anank-anak nenek itu memutuskan bahwa, nenek itu
akan dibawa pulang ke rumahnya. Dan sore itu tepatnya hari ke 4 aku menginap di
rumah sakit, nenek itu pulang di bawa menggunakan mobil ambulan. Sesampai di
rumah nenek itu, kurang lebih 15 menit berada di rumahnya, nenek itu
meniupkan terakhir nafasnya di depan anak-anaknya.
Orang tuaku di
kabari oleh kakak ibuku yang menelpon ayahku.
Kami tak menyangka karena sebelum pulang nenek itu di bacakan surah yasin oleh
keluaganya dan kondisi nenek itu baik-baik saja. Kata ibuku itu telah ajal dan
mau apa lagi kalau tuhan telah berkehenndak.
Keesokan harinya, pagi itu aku sangat suntuk karena di
dalam kamar inapku tidak ada cahaya
masuk ke kamar. Karena kamarku, sinar
mataharinya tertutup oleh bangunan yang lain. Ayah, dan saudaraku tidak ada di
rumah sakit karena pergi, dan adanya ibuku itupun ibuku tidur. Setelah di
operasikan aku tidak mempunyai tenaga dan aku ingin sekali keluar untuk
menghirup udara yang alami, kalau didalam kamar menggunakan air conditioner
(AC). Perlahan-lahan aku menegakkan tubuh ku dan rasanya sangat berat. Akhirnya
setelah duduk diatas kasur, aku ingin turun dan berjalan keluar sendirian.
Ternyata ibuku mengetahui ku akan pergi keluar dan ia bertanya
“ mau kemana ?”( Tanya ibu )
“ mau keluar bu, karena di disini suntuk”( jawab aku )
Dan ibuku membantuku untuk berjalan menggunakan tiang
impus yang ada rodanya agar bisa di bawa dengan di dorong. Setelah membuka
pintu kamar, pemandangan luar yang sangat indah, karena ada taman di luar
kamarku dan udara yang sangat alami, aku sangat betah di luar dan tak ingin ke
dalam kamar karena suntuk.
Akhirnya ayahku pulang, dan ia terkejut melihatku telah
berada di luar. Setelah orang tuaku menyelesaikan administrasi. Akhirnya, kami
pergi ke rumah nenek itu untuk nelayat. Karena
rumah nenek itu yang rumahnya di dalam gang, aku pun terpaksa berjalan
dengan kaki yang tengkot, aku berjalan memasuki rumah nenek itu. Karena kondisi
tubuhku yang tidak memadai, aku tidak bisa untuk pergi ke pemakaman umum untuk
melihat langsung penguburan nenek itu. Setelah selesai di kuburkan, aku dan
keluargaku pulang ke rumah kakekku yang terletak di komplek perumahan pertamina
jambi. Kami tidak bisa pulang langsung ke sarolangun, karena aku setiap harinya
harus di periksa oleh dokter karena tubuhku yang telah di operasi. Dan kami
harus menginap di rumah kakekku selama 5 hari.
Setelah aku di boleh kan rawat jalan oleh dokter, aku dan orang
tuaku pulang ke sarolangun, aku pulang ke sarolangun ada kabar bahagia dan ada
kabar buruk. Dan sesampai di sarolangun, aku sangat bahagia karena keluargaku
dan teman dari ayah dan ibuku turut memberi semangat kepadaku. Yang
sedihnya, aku di ponis oleh dokter tidak
boleh olahraga, tidak boleh berlari-lari, dan harus di perbanyakan istirahat. Ponis
ini harus aku lewati selama 3 bulan dan sehat total selama 6 bulan. Waktu itu
aku duduk di bangku sekolah dasar yaitu kelas 5. selama waktu 6 bulan aku di
sekolah hanya bisa melihat teman-temanku yang bermain dengan ceria dan
berolahraga.Setelah di operasi badanku bertambah besar. Dan lucunya aku dan
kakakku yang pertama, sama-sama operasi usus buntu pada kelas 5 sekolah dasar.
Dan ke dua orang tuaku berharap adikku
yang kecil, jangan mengalami penyakit ini kembali.
Amanat : bagi teman-teman yang belum mengalami
penyakit ini, jangan terlalu banyak makan-makanan yang berbiji besar seperti : jambu
biji, cabe yang keterlaluan. Dan jangan sesudah makan berlari-lari. Hendaklah duduk sebentar ±5 menit untuk menunggu makanan yang kita
makan turun ke perut. Dan terakhir saya ingati, jangan makan mie ( instan
ataupun siap saji) yang terlalu banyak, karena makanan ini juga bisa
menyebabkan penyakit yang aku alami saat ini.
Sinopsis Cerpen :
Kisah ini menceritakan tentang anak kecil yang
diserang oleh penyakit usus buntu. Awalnya dia tidak mengetahui bahwa penyakit
ini telah menyerang nya sejak lama. Tetapi saat dia menduduki bangku sekolah
dasar kelas 5, dia baru merasakan sakitnya yang mulai terasa sakit apabila
menjalani akivitas sehari- hari .
Ibunya pun tidak perca kenapa anaknya bisa
terserang penyakit itu padahal sang anak jarang makan makanan yang berbiji.
Akhirnya sang ibu membawa anaknya ke rumah sakit setempat ternya setelah
diperiksa oleh dokter bahwa anaknya menderita penyakit usus buntu.
Ketika sang anak dibawa kerumah sakit pusat dia
mengalami berbagai kisah dari yang sedih sampai yang bahagia.
0
komentar:
0
komentar:
Dua siswa SMP menangi olimpiade Iptek
Jakarta ( News) – Tim peneliti dari kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sarolangun, Jambi memenangi Olimpiade Proyek Ilmu Pengetahuan Indonesia (ISPO) di Jakarta, Jumat.
Tim yang terdiri atas Afif Karisma dan Adi Priyogo meraih medali emas dan komputer jinjing dari ISPO untuk kategori rekayasa teknologi dan juga menjadi pemenang termuda mengingat peserta lain rata-rata telah berada di Sekolah Menengah Atas.
“Alhamdulillah saya senang sekali menang dalam ajang nasional ini. Semoga kami semakin bersemangat melakukan penelitian ke depannya,” kata Afif seusai penyerahan hadiah ISPO.
Adi menambahkan penelitian yang mereka lakukan adalah mengenai pemanfaatan umbi gadung sebagai bio baterai yang ramah lingkungan.
Menurut Adi proses penelitian itu mereka lakukan dengan hanya menggunakan umbi gadung tanpa bahan kimia lain hingga dapat menghasilkan energi yang disimpan di dalam kaleng baterai bekas.
“Umbi kami potong kecil-kecil kemudian kami haluskan dan dimasukan ke dalam tabung baterai bekas hingga sekitar satu pekan baterai bisa menghasilkan listrik,” jelas Afif yang menambahkan mereka baru mencoba tenaga baterai itu untuk jam dinding dan lampu LED dan bisa diisi ulang.
Pembimbing Afif dan Adi, Epit Arfan serta Rita Suriatmi, mengatakan penelitian dilakukan sejak tiga bulan sebelum kontes final dilaksanakan pada Februari.
“Memang lawan kami agak berat karena semua telah berada di SMA, namun kami telah membina pengetahuan dan mental agar mereka berani berkompetisi,” jelas Epit.
Sebanyak 358 tim mendaftarkan penelitiannya kepada ISPO dan setelah diseleksi hanya terpilih 179 peserta penelitian.
Kompetisi ISPO mempertandingkan enam kategori penelitian seperti Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Rekayasa Teknologi dan Lingkungan Hidup dimana masing-masing memperebutkan medali emas, perak dan perunggu serta pemilihan untuk enam penelitian dengan sebutan terhormat.
Selain itu sebanyak 15 peserta dari para pemenang telah dipilih untuk mewakili Indonesia pada pertandingan Olimpiade Internasional Ilmu Pengetahuan yang akan diadakan oleh Brazil, Belanda, Amerika Serikat, Georgia, Azerbaijan, Rumania, dan Turki.
0 komentar: